Tuesday, 19 April 2016

Review aarn liquid agility

Latar Belakang

Ane mencari tas hiking untuk bini. Doi dah pernah pakai beberapa tas buat hiking, tapi semuanya nggak ada yang cocok. Selagi dan setelah hiking, tas-tas tersebut selalu membuat pundak bini ane pegal2. Oleh karena itu, ane mencari tas yang 1) kira-kira suspensinya nyaman dan nggak membuat pundak pegal2. 

Requirement lainnya adalah 2) bini ane ingin supaya tasnya tidak terlihat seperti tas hiking, i.e. top-loader type. Alasannya, kalau memakai top loader akan terlihat seperti hiking-freak. Jadi, syarat keduanya adalah tas tersebut memakai panel loader seperti daypack. Plus, tas tersebut harus punya sleeve buat laptop karena akan dipakai sehari-hari. 

Ane lalu tambahkan lagi kalau sleeve laptop tersebut harus bisa juga dipakai sebagai hydration bladder sleeve, jadi requirementnya ditambah yakni 3) punya hydration tube port.

Karena ane hobi poto-poto juga, ane pun jadi kepingin supaya bisa memakai tas tersebut kalau seumpama nggak dipake bini. Ane tambahkan lagi requirement, yakni 4) memungkinkan akses praktis terhadap kamera dan tripod, i.e. nggak usah copot tas untuk ambil tripod, dsb. 

Dan yang terakhir, 5) berat maksimalnya sekitar 1kg untuk backpack saja. Dengan berat tersebut ane konservatif dalam ekspektasi beban maksimum, 12kg max juga sudah cukup. Karena ane pun malas mengangkut beban di atas itu 
http://cdn.kaskus.com/images/smilies/hammers.gif

Proses Pemilihan

Pemilihan pack berlangsung cukup lama 
http://cdn.kaskus.com/images/smilies/sumbangan/6.gif 

Ane bingung karena banyak sekali pack yang ada di pasaran, dan ane memutuskan untuk mengeliminasi alternatif2 tersebut dari syarat no 4) yakni dengan melihat2 alternatif backpack + chestpack terpisah, seperti Ribz, Ortlieb (waterproof), Clik Elite chest pack, Synpack. Akan tetapi hampir semuanya terlihat nggak cocok, misalkan Ribz nggak ada ventilasi (full nylon), Ortlieb dan Clik Elite terlalu kecil dan bebannya di leher, Syncpack terlalu berat di 1kg, dan nda bisa mengakses tripod dengan cepat...

Sampai akhirnya ane menemukan Aarn. Dua hal yang membuat ane tertarik adalah Aarn memiliki opsi Photo Balance Pocket yang memiliki akses praktis ke alat foto, plus beratnya tertumpu ke hipbelt, bukan shoulder atau perut. Selain itu ada juga opsi Tool Quiver untuk tripod yg agak panjang, atau Balance Gear Rack untuk tripod yang agak pendek. 

Masalahnya apakah suspensi Aarn nyaman?

Karena nggak ada dealer Aarn jadi ane harus nyari2 review di internet, tapi sebagian besar mengatakan kalau Aarn itu nyaman, karena memiliki sistem Flow-Mo atau entahlah (ane jadi kedengeran seperti marketer :mahos
http://cdn.kaskus.com/images/smilies/sumbangan/15.gif, selain itu yg membuat ane yakin adalah packnya sangat configurable, mulai dari pengaturan torso length, hip belt size, sampai back contour, dan sangat sedikit produsen yg membuat guide detail (video) bagaimana fitting backpacknya supaya mencapai kenyamanan maksimum.

Di sini ane akhirnya mungkin "kemakan" marketingnya dan memilih satu2nya tipe panel loader di hiking-linenya, yakni Liquid Agility. Plus ane tambah Photo Balance Pocket untuk menyimpan kamera dan Balance Gear Rack untuk menggantung tripod dan trekking pole (kalau nanti punya).

Liquid Agility memiliki suspensi Auto-Mould Frame dengan kapasitas maksimum 15kg yang sepertinya sudah lebih dari cukup untuk hiking 2-3 hari.

Terakhir, Aarn menawarkan 30 hari garansi-uang-kembali tanpa alasan, yang membuat ane makin yakin untuk mencoba.

First Look

Kesan pertama ane ketika datang... wah ini backpack yang sangat unik. Shoulder strapnya dan hip beltnya tipis sekali, seperti seri Osprey yang ultralight, tapi cukup nyaman. Di bagian punggung ada mesh untuk ventilasi.
Hipbeltnya sangat ergonomis, karena:
1. Bahannya tipis dan stretchy, sehingga membentuk ke tulang paha.
2. Dua buah strap (bukan 1 seperti biasanya) juga membentuk di bagian depan.
3. Ditarik ke dalam untuk mengencangkan, bukan keluar seperti kebanyakan backpack.
Panjang tasnya bisa diatur sesuai dengan panjang badan kita.
Ini yang unik dari Aarn backpack, yakni sistem U-Flow. Shoulder strapnya nggak dijahit statis ke backpack, tapi diteruskan dan menyambung ke shoulder stap bahu sebelahnya, sehingga shoulder strapnya ikut bergerak ketika kita memutar torso, dan meningkatkan kenyamanan secara drastis.

Sepertinya ada beberapa pack lain yang memiliki fitur ini, tapi cara Aarn mengimplementasikannya tanpa menambah beban sangat cerdas menurut saya.

BTW Black Diamond me-lisensi U-Flow ini dari Aarn supaya bisa dimasukkan ke suspensi ErgoActiv-nya.
Ini adalah sistem V-Flow, yakni load-lifter strapnya nggak dijahit ke backpack, tapi menyambung ke sebelahnya, juga untuk mensupport putaran badan.
Di dalamnya sudah ada waterproof liner, sehingga bisa dikatakan relatif aman dari hujan.
Field Test

Pertama kali, ane mencoba untuk fitting tas ini dengan badan ane. Pada dasarnya fitting backpack ini dilakukan dengan men-set panjang torso, mengencangkan load lifter strap, dan mengencangkan shoulder strap. Ane sedikit kesulitan mengubah load lifter strap, karena nggak bisa ditarik seperti backpack biasanya. Ane harus mengendorkan buckle sedikit terlebih dulu, baru bisa diubah. Namun karena ini hanya 1x adjust, maka ane nggak terlalu ambil pusing.

Daily Usage

Karena cuaca hujan maka dayhike yang sebelumnya direncanakan untuk menjajal + fitting tas dicancel, dan fitting jadinya dilakukan sambil memakai tas ini sebagai daypack (dan memang memilih model ini supaya cocok jadi daypack pula). Sepanjang memakai daypack ane merasakan tas ini sangat nyaman dipakai dan U-Flow systemnya membuat pundak ane nggak merasa sakit, meski membawa laptop + 4 buku bawaan.

Dayhike

Dayhike
Elevation gain: 418m
Distance: 7.8km
Temp: 30-34C

Minggu berikutnya ketika cuaca cerah, ane memutuskan untuk menjajal backpack ini dengan sebuah dayhike. Kombinasi yang ane bawa adalah backpack + Photo Balance Pockets. Ane menaruh kamera Olympus E-PL1, lensa Lumix 7-14mm, 20mm f1.7 dan Zuiko 50mm Macro di Balance pockets.

Dari sisi kenyamanan ane acungkan jempol. Beban tidak terasa di pundak, dan sepertinya terpindahkan dengan baik ke tulang paha. Selain itu, U-Flow system membuat bodypack ini sangat nyaman digunakan ketika medan tanjakan. 

Dari segi kepraktisan, ane bersyukur memiliki Photo Balance pockets karena bisa menaruh lensa dan mengganti2 dengan relatif cepat. Selain itu, karena pockets tersebut memiliki semacam frame yang menyambung ke hipbelt maka beban pun ditransfer ke tulang paha dan nggak menggantung ke pundak.

Ane bisa mengganti lensa normal...

Wicking material di punggung menurut ane cukup baik dalam membuang keringat, terbukti di cuaca yang cukup panas 34C.

Ketika akhir hiking, tidak ada rasa sakit di pundak ane.

Saran Perbaikan
- Load lifter strap supaya lebih mudah ditarik
- Balance gear rack supaya diberikan roda kecil sehingga lebih mudah meluncur dan tidak mengurangi kenyamanan U-Flow

sumber : KASKUS OANC by mbahgeyot

No comments:

Post a Comment